Tuesday, March 8, 2016

"Tidak ada" versus "Apakah Ada"





 Menggunakan kalimat "Tidak ada (sesuatu) ...." dan "Apakah ada (sesuatu) ....?

Hai sobat, yuk kita lanjutkan materi kita kembali.

Diskusi kita masih diseputar "TRa La La Tri Li Li.... " (Jadi inget Agnes Monica dan Kak Fery)

"Tidak ada ....." dan "Apakah ada ................."

Coba kita perhatikan gambar di bawah ini.

Contoh 1

Image result for pets in the garden     There is not a dog in the garden.
                                                                          There isn't a dog in the garden.

  Question

Is there a dog in the garden?
No, there isn't a dog in the garden.

Dalam percakapan, jawaban panjang  seperti di atas akan terkesan kaku jika kita gunakan dalam percakapan informal. Karena itu, kita bisa cukup mengatakan "No. Only a cat there.

"there" dalam kalimat "only a cat there" bukan berarti ada, namun berarti di sana.

Di materi sebelumnya, kita sudah pernah menyinggung bahwa "there" bisa memiliki lebih dari satu (1) arti. Jadi sekarang, kita sudah bisa melihat bagaimana penggunaan "there" yang berarti "ada" dan "there" untuk "disana"

Namun, jika kita sedang menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi formal dan tertulis, misalnya ketika mengerjakan soal-soal test, lebih baik jawaban panjang yang kita berikan.


Contoh 2

Image result for vegetable garden  There are not  any  chilies in the picture.
                                                                     There aren't  any  chilies in the picture

Question A:

"Are there any chilies in the picture?"

Answer:

"No, there aren't any chilies in the picture."

Sekarang, mari kita berandai seseorang bertanya secara lisan pada kita dengan kalimat:

Question B:

"Are there any chilies in the picture?"

 Kira-kira apa ya jawaban kita?

Image result for smiley face  YU.....HUU!

Kita bisa menjawab:

"No, there aren't any chilies there. There are only tomatoes, carrots and zucchinis." 

(Jawaban formal dan tertulis).

"No, only tomatoes, carrots and zucchinis." 

(Jawaban informal, pada saat speaking/berbicara)


Lalu, misalnya kita ditanya lagi dengan pertanyaan seperti di bawah ini:

"Is there a potato in the picture?"

"Are there any potatoes in the picture?


Image result for smiley face
Merujuk ke pertanyaan di atas, manakah di antara kedua contoh kalimat di atas yang benar?


Image result for smiley faceJawaban kedua-duanya benar.



Image result for smiley face
Lalu kapan menggunakan "Is there" dan "Are there?"

Image result for smiley face

Kawan-kawan ...... ini penjelasannya.

"Apakah ada   ...." yang dikuti oleh kata benda tunggal yang bisa dihitung berarti

"Is there a/an ...?"

dan

"Apakah ada ....." yang diikuti kata benda jamak bisa dihitung, diterjemahkan menjadi

"Are there any ......"

Bentuk kedua-duanya bisa bebas digunakan.


Image result for smiley faceMaksudnya????



Image result for smiley face



Sabar...sabar.... Maksudnya gini, Tarik nafas dulu, hembus perlahan-lahan, angkat kepala dengan relaks. Kalo sudah agak tenang, kembali focus ke screen ya...

Gimana? Udah segeran kan?

Artinya gini, kalo emang niat kita itu bertanya untuk mengetahui apakah ada satu (1) barang/benda yang ingin kita tanyakan, cukup mengatakan "Is there a/an ......"

TAPI, kalo kita emang pengen nanya apakah barang itu lebih dari satu (1), he..he...jangan malu-malu. Gak ada yang bakalan ngomongin kita tamak! Ha..ha.... Lebih baik terus terang dan berani mengatakan  "Are there any ........?"

Tapi aku bertanya bukan untuk memiliki kok! Jadi gimana?

Wah, kalo yang bertanya selalu dianggap untuk memiliki, berarti gak bole ada pertanyaan dong di dunia, he...he...

Mau memiliki atau gak, atau sekedar kepo, atau basa-basi, atau sekedar bertanya, kalo tujuannya memang bertanya satu barang, maka gunakan "Is there a/an ....?"

Sebaliknya, kalo kita ingin tahu apakah barang tersebut lebih dari satu, kita bisa menggunakan "Are there any ....?"

Gimana sobat?

ASyek! Tugas lagi. Sekarang kita latihan berbicara. Kalo gak ada lawan bicara, kita bermain drama yuk. Masing-masing berperan menjadi penanya dan penjawab. Pola kalimatnya seperti di atas.

Catatan:
Teruslah berlatih dan setelah lancar melisankan kalimat-kalimat tersebut, jangan lupa tulis di buku catatan ya. Oya, materi-materi sebelumnya diulangi lagi ya. Semoga pondasi kita semakin kuat.

Sampai Jumpa lagi!






Sunday, March 6, 2016

Persamaan belajar GRAMMAR dengan membuat KUE

Akhir-akhir ini, banyak sekali yang memborbardir kita dengan kalimat-kalimat

"Untuk bisa berbahasa Inggris, tak perlu belajar grammar!"

"LANCAR BERBAHASA INGGRIS TANPA GRAMMAR!

He..he..., ngomong pake Bahasa Inggris juga pake grammar lho.

Apaan tuh grammar? Kok jadi momok banget ya?

Image result for grammar


Nah, grammar adalah aturan dalam merangkaikan sebuah kalimat yang bisa disampaikan secara lisan dan tulisan.

Tentu saja, grammar yang digunakan dalam Bahasa Inggris lisan dan tulisan ada bedanya. Apakah perbedaan itu mencolok?

Hmm! Gimana ya menjelaskannya?

Sebetulnya, KONSEP DASAR grammar yang digunakan dalam LISAN dan TULISAN itu sama. KONSEP DASAR ya, perlu dicatat. Namun untuk lebih memahami ini, akan lebih mudah jika kita meninjaunya dari sikon atau kondisi ketika kita menggunakan Bahasa Inggris tersebut.

Bahasa Inggris bisa digunakan dalam kondisi resmi (formal) dan tak resmi (non formal).

Nah, kondisi ini lah yang menentukan perbedaan grammar yang digunakan.

Dalam kondisi formal, kita menggunakan grammar standar, atau grammar yang sangat mengikat aturannya. Ketika misalnya kita menulis sebuah artikel atau jurnal ilmiah, menjadi pembicara di forum akademik, dll. Mulai dari style kepenulisan, pemilihan kosakata, tanda baca, keefektifan kalimat, ide pokok dan ide tambahan, de el el. 

Sebaliknya, ketika kita berada di dalam kondisi yang tak resmi, grammar yang kita gunakan tak seketat aturannya seperti dalam situasi formal. Namun, tetap saja, dalam berbicara,  kita  menggunakan grammar, bisa dalam bentuk potongan-potongan kalimat dan ditambah dengan menggunakan Bahasa tubuh dan ekspresi wajah tertentu, kalimat yang kita ungkapkan kemungkinan bisa ditebak oleh lawan bicara.

Contoh:

Ketika kita mau memesan makanan di sebuah kafe, kita bisa mengatakan kepada pelayannya:

"Two cups of coffee, please!"


Sang pelayan udah ngerti dan gak bakalan tersinggung, hi...(tapi kalo intonasi kita keras, wajah masam, dan sangat arrogan, bisa aja mereka tersinggung ya, he..he...)

Nah, ketika kita bertemu dengan dosen, dan meminta 2 artikel misalnya, kita menggunakan kalimat seperti ini:

"Could you please send us the two articles that we discussed in our class last week?"

Contoh lan:

Seorang anak yang kurang terampil berbahasa Inggris, bisa mengatakan:

"and what you think?" 

Benar atau gak ya? Tentu aja kalimat itu BERTERIMA dalam percakapan karena kalimat itu bisa dimengerti.

Namun dalam Bahasa Inggris standard, orang akan mengatakan:

"What do you think?"
"What did you think?

Contoh laen:

What about she? 

Kalimat di atas masih bisa dimengerti meskipun bentuk yang benar adalah:

What about her?


Dari contoh di atas, kita bisa melihat perbedaan mereka bukan?

Lalu,

Perlukah kita belajar Grammar?
Dan kalo gak bisa grammar, berarti kita gak bisa ngomong dong?
Jangan PD ngomong Bahasa Inggris sebelum menguasai Grammar?

He..he...

Image result for make a cake









Belajar grammar sama halnya seperti belajar membuat kue. (he..he...jadi lafher nieh aye!)

Cukup menggunakan tepung terigu plus gula pasir sedikit dan air putih secukupnya, lalu digoreng dengan minyak goreng, udah jadi kuenya. Kalo di kampungku, jenis kue  gituan disebut "kiping gendu..um

Masih seputar kue.

Untuk membuat kue sederhana, ada juga resep yang laen. Tepung terigu, plus air secukupnya, garam sedikit, plus irisan bawang merah. Dan Digoreng LAGI, he..he.... jadi deh, apa ya namanya, aku lupa.

Apa kaitannya dengan belajar grammar???

Jika kita ingin membuat kue sesederhana di atas, boleh-boleh aja. Toh masih bisa dimakan, dan lezat. Apalagi pas dingin-dingin, perut kosong, gak ada makanan laen, satu piring pasti bisa habis sendiri. (Dari pengalaman, hi..hi.... ).

Tapi kalo kue yang sesederhana seperti itu, apalagi gorengannya gak atau kurang mateng, atau adonannya kebanyakan air, sehingga pas digoreng banyak menyerap minyak, dan bentuknya hancur atau ketika adonan kue tersebut kekurangan air sehingga tulang geraham terasa capek saat mengunyah itu kue, apakah kue tersebut layak dibawa dalam kompetisi membuat kue ulang tahun, kue pernikahan, lomba kreasi kue yang diselenggarakan di nasional dan internasional? Atau disajikan di sebuah hotel berbintang lima, hi..hi....

Nah, begitu pula dengan grammar. Jika kita hanya bertujuan untuk percakapan sederhana, dalam lingkungan sederhana, boleh saja kue sederhana yang saya ilustrasikan tersebut disajikan, Namun ingat, ketika kue sesederhana itu dibuat dalam kondisi yang banyak kekurangan, orang mungkin tak akan mau menelan atau tertarik mencicipi.

Nah, kalo konsep dasar sederhana sang grammar tak kita kuasai, mungkin Bahasa yang akan kita gunakan bernasib seperti kue yang terlalu lembek atau keras. MUngkin sang pendengar tak sabar dengan kita, atau mungkin untuk membeli barang butuh waktu 2 menit, kita kemudian menghabiskan 10 menit menjelaskan pada sang pelayan apa yang kita inginkan, hi..hi...

Sebaliknya, jika ingin kue kita bisa ikut festival nasional dan internasional, apalagi sampe menang atau juara, tentunya kita harus belajar secara telaten mulai dari konsep dasar agar nanti bisa membuat kue dengan konsep dan cita rasa mewah.


Image result for wedding cake           Image result for wedding cake


Saya belum bisa menguasai grammar, apakah saya tak layak bicara? hi...

Tentu saja anda sangat berhak untuk bicara. Sangat dianjurkan terus berlatih bicara meski dengan grammar  papasan. Karena sesungguhnya, ketika kita berlatih bicara dengan grammar pas-pasan atau tersendat-sendat, kita sebenarnya sedang melatih GRAMMAR dibawah alam sadar kita.

Apakah kita tak perlu berlatih menulis?

Menulis sama pentingnya dengan berlatih berbicara karena menulis adalah PROSES BERBICARA SECARA MENTAL.

Apakah saya perlu berlatih membaca dan mendengar?

Absolutely! Dengan membaca dan mendengar, kita belajar bagaimana Bahasa tersebut digunakan. Selain untuk melatih kecepatan menalar, membaca dan mendapatkan info atau konten penting, dengan membaca dan mendengar, sekali lagi, kita sebenarnya juga BERLATIH MENGUASAI GRAMMAR di BAWAH ALAM SADAR KITA.


Lalu apakah kita perlu belajar Grammar melalui latihan-latihan dan memahami penjelasan informasi yang diberikan untuk menjelaskan bagaimana menggunakan GRAMMAR?

ABSOLUTELY IMPORTANT!


Kalo begitu, yuk kita terus belajar GRAMMAR dalam AKTIVITAS BERBICARA, MENDENGAR, MENULIS dan MEMBACA serta kegiatan MEMAHAMI informasi  PENJELASAN GRAMMAR!

SIAPA TAKUT!









Penggunaan "Ada" atau "There" dan Kata Benda yang bisa dihitung


Pagi, folks.

Masih ingat gak lagu Vina Panduwinata "Di dadaku ada kamu"?

He..he...bagi yang gak tau, hi..hi.....berarti kalian generasi kelahiran abad 21 ya? he..he...

Ini linknya, siapa tau ada yang penasaran.  https://www.youtube.com/watch?v=WGnJOc8XQyg

Tapi jadul banget lho! Yuk, kita nyanyi bareng! Asye....k!

Di dada ku, ada senyummu
Ada cintamu
Ada hasrat mu
...  na..na....na....


Nah, kalo mau ngomong Bahasa Inggris menggunakan kata "ada" seperti dalam lagu di atas, maka kata atau makna "ada" diterjemahkan menjadi THERE.

Bagaimana melafalkan kata "There"?????

Silahkan klik link ini.

http://www.oxfordlearnersdictionaries.com/us/definition/english/there_1?q=there


THERE dalam Bahasa Indonesia, bisa memiliki makna lain. Tapi dalam sesi ini, kita ngebahas "there" yang berarti "ada" dan yang diikuti kata benda yang bisa dihitung (Countable Nouns)


Yuk, kita lihat illustrasi berikut ini!

Image result for an apple on a table
pixabay.com
     There is an apple on the books.













Image result for apples in a basket
pixabay.com
   There are five apples in the basket.













Image result for many apples There are many apples in the picture.


Image result for a straw in the glass There is a straw in the glass.

Image result for a straw in the glass There are two straws in the image.


Image result for a rose in a vase     There is only one rose in the picture.


There are so many roses in the picture. Can you count them?


SO? Dari illustrasi di atas, bisakah kalian menemukan formula atau rumus penggunaan "there"?

YUP!

THERE IS

There + is + a + kata benda bisa dihitung yang diawali BUNYI SUARA KONSONAN

There + is + an + kata benda bisa dihitung yang diawali BUNYI SUARA HIDUP 


Kalo lupa, lihat pembahasan di materi sebelumnya.



THERE ARE

There + are + kata benda bisa dihitung dalam bentuk jamak (silahkan liat materi sebelumnya!)

Important NOTE:
Untuk nama orang, kita tak perlu menggunakan 'an' atau 'a'. Memang ada kasus-kasus tertentu, nama seseorang bisa diikuti 'a' atau 'an', tapi itu untuk KASUS SPESIAL, he..he... (Nanti kita bahas).

Untuk sementara, kita berlatih menggunakan "There is' plus nama seseorang, tanpa embel-embel 'a' atau 'an' dan There are plus lebih dari satu nama orang, tanpa ditambah s/es pada nama orang-orang tersebut.

Maka:

There is Ella in the classroom.
There is Rudi at home.
There is Boby at the mosque.

There are Evi and Susan in the canteen.
There are Roy, Andre and Supri in the living room


Tugas

Sekarang kita coba lisankan benda-benda atau orang-orang yang berada di dekat atau sekeliling kita. Setelah berhasil melisankan kalimat-kalimat tersebut, coba kita tuliskan di buku catatan. Dan setelah itu, rujuk kembali kalimat yang kita buat dengan contoh atau ilustrasi yang diberikan.

Semoga berhasil! Image result for smile